BERITA INFORMASI KEGIATAN

150744663_822260591701374_6404131250448088632_n

Buka KKN Mahasiswa Yayasan Perguruan Serasan, Plh. Bupati Dukung Perubahan Status Sekolah Tinggi Menjadi Universitas Serasan Muara Enim

Mengawali kegiatannya, Kamis pagi (18/02) Plh. Bupati Muara Enim, H. Nasrun Umar membuka dan melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) XX Tahun 2021 Yayasan Perguruan Serasan Muara Enim. Dalam sambutannya, Plh. Bupati memberikan dukungan atas pengajuan perubahan status ketiga Sekolah Tinggi di Yayasan Perguruan Serasan Muara Enim menjadi universitas yang saat ini telah diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.
.
Menurut Plh. Bupati yang didampingi oleh Plt. Sekda Kabupaten Muara Enim, Drs. Emran Tabrani, M.Si., dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Riswandar, S.H., M.H., dengan perubahan status menjadi universitas, maka kedepan Yayasan Perguruan Serasan Muara Enim dapat membuka peluang untuk menambah program studi baru yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di daerah dan merangsang peningkatan sumber daya manusia, khususnya di Kabupaten Muara Enim. Untuk itu dirinya akan mengoordinasikan secara khusus bersama jajaran Pemkab. Muara Enim mengenai hal-hal yang dibutuhkan ataupun urusan yang dapat difasilitasi guna mempercepat persiapan menjadi universitas.
.
Lebih lanjut Plh. Bupati menekankan bahwa pendidikan merupakan investasi yang mutlak dibutuhkan dalam membangun daerah. Menurutnya pendidikan tidak hanya berguna bagi diri pribadi seseorang saja, melainkan juga bagi keluarganya, daerah serta lingkup kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu Ketua Yayasan Serasan, Prof. Hj. Tuty Emilia Agustina, Ph.D., menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran dan dukungan Plh. Bupati. Jika semua proses berjalan lancar, menurutnya tahun ini juga ketiga sekolah tinggi di yayasannya, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Teknik, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum akan melebur menjadi satu sebagai Universitas Serasan Muara Enim. Lebih lanjut Ketua YPS mengatakan, kegiatan KKN tahun ini berbeda dengan pelaksanaan KKN di tahun-tahun sebelumnya.

“Berbeda dengan KKN sebelumnya, biasanya mahasiswa dan dosen berkonsentrasi di desa untuk melakukan pengabdian, namun kali ini KKN perdana yang dilakukan secara daring dengan konsep KKN-FH (from home) dan KKN-SV (social valunteer),” kata Ibu Tuty.

Lebih lanjut, Ibu Tuty memaparkan jika KKN kali ini diikuti 141 peserta dan 13 Dosen Pembimbing Lapangan dari tiga sekolah tinggi yang berada dalam naungan YPS.

“Para peserta disebar di domisili masing-masing ke 38 desa/kelurahan dalam 9 kecamatan,” tukasnya.

Dirinya berharap mahasiswa yang melakukan KKN dapat berkontribusi dan mengembangkan potensi di daerah masing-masing, terutama dalam penanganan covid-19.

“Kita juga berharap KKN ini berjalan aman dan lancar, sehingga Mahasiswa dan Dosen dapat sehat dan kembali ke kampus untuk melanjutkan kegiatan akademik,” pungkasnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

kirim pesan
Selamat Datang
Penerimaan Mahasiswa baru
Silakan kalau ada pertanyaan